Pertama kali ngalami kerontokan di usia 6-7th, tp ga terlalu lama tumbuh lagi tapi sekitar kelas 4 naik kelas 5 SD, sekitar usia 9th mengalami kerontokan lagi. Awalnya hanya di 1-2 tempat pitak sebesar koin 100 rupiah. Ketika sebesar koin biasanya ditutupi dengan merubah belahan rambut, selesai. Ga lama semakin menipis dari tengah dan meluas ke semuanya, lalu berganti pakai topi, ketika lama2 habis, di kelas 5 SD sudah benar-benar botak... licin. Dan akhirnya ga pernah lepas dari topi.
Mulai ke dokter, dari dokter umum, ke dokter kulit, minum berbagai macam obat, sampai 4-5 macam obat sekali minum. Saat itu belum tau apa itu stress, tapi mungkin saja saat itu juga mengalaminya... Saya ga pernah merasa sebagai anak yang bodoh... selalu dapat rangking 10 besar dikelas, tapi di kelas 5 itu saya tinggal kelas.... Seperti yang orang selalu bilang, orang yang paling terlihat ceria, sejatinya dialah yang paling bersedih... Di kelas, dengan teman-teman baru, adik kelas yang kemudian menjadi teman sekelasku, mereka tak pernah mengenal sosokku sebelumnya.... ketika masih mempunyai rambut. Felia yang mereka kenal adalah Felia Botak. yang selalu pakai Topi SD yang sama sekali tidak bisa menyembunyikan kebotakannya.
Apa perubahan paling nyata yang kualami ?? yang paling terlihat adalah kebiasaan berpakaian. Sebelumnya aku anak yang centil, berambut panjang, suka memakai rok kemana-mana, dress sepasang dengan tas, dress balon, dress tutu, dengan kuncir rambut dan bando aneka warna.... Sejak kehilangan rambutku aku merasa ga pantas memakai dress, jadi menggantinya dengan celana, kaos dan kemeja...
Setahun... Dua Tahun.... berlalu tanpa ada perubahan berarti. Berbagai Obat, gonta-ganti dokter, Dioles lidah buaya, air cucian beras, Kemiri, sampai Laba-laba emas yang di gencet semua pernah dicoba... you name it lah.... dari minum obat, jamu, shinse, susu kuda liar, kombucha, sampe ngunyah lidah buaya semua pernah..... and nothing works.
Sampai akhirnya lulus SD, dan berhenti setahun untuk berobat. Dititip di rumah nenek di sebuah kota besar di jawa timur yang katanya ada dokter profesor specialis kulit yang ahli, 3-4 bulan terapi minum obat, disuntik, dan kepala di pukulin pake semacam palu kecil yang isinya puluhan jarum. Gimana rasanya ?? ya sakit.... sudah pasti itu... tiap mau berangkat ke dokter diantar nenek naik becak, rasanya seperti diantar jalani hukuman mati... but most of all... yang paling menyakitkan saat itu adalah, Aku ga pernah tau Aku sakit apa. Rasanya seperti : Andai aku sakit kanker atau tumor mungkin lebih gampang menjawab pertanyaan orang. Dan orang - orang mungkin juga lebih bersimpati. Sakit tapi tidak sakit. Badan ku Sehat, Fisik ku baik-baik saja... aku sama sekali ga seperti orang sakit, aku hanya terlihat seperti orang yang aneh...
sayangnya, dengan kondisi tersebut membuat aku ga pede didepan kamera. jadi foto-fotoku sangat minim sekali.... ditambah saat itu foto masih harus di cuci cetak, makin susah ketemu cetaknya.
next time kita sambung lagi sambil bongkar-bongkar siapa tau ketemu album lama
No comments:
Post a Comment